h1

HASAN

 

muhasan

 Kartunis
Saya mengenal Kartun/is karena guru Matematika SMP saya seorang kartunis!
Koran Pos kota Minggu yang pertama kali memuat kartun saya, saat itu saya senang (walaupun tidak ada honornya). karena bisa terkenal dilingkungan keluarga saya, Untuk setiap pemuatan kartun , saya memang tidak pernah membandrol harga, biarlah non komersil dulu.karena masih dalam tarap pempopuleran. Sasarannya pada saat itu adalah ngetop dahulu baru bayaran, tapi ternyata nggak ngetop-2, (seperti GM Sudarta,Pramono, Jhony hidayat, Disney dll) nggak hoki!

Kartunis=buang-buang waktu
Bermula cuma iseng akhirnya jadi hobi, hobi ini yang membuat saya kecanduan. Berpikir, mencari ide, sampai lupa waktu, belajar, pacaran, Ibadah solat dll, mungkin inilah resiko seorang katunis menurut saya, mikir terus cari ide sampai temen saya ada yang gila (sdr.Chrl). kalau dunia ini mungkin terus saya lakoni kemungkinan saya juga jadi gila, apalagi kalau nggak dimuat, capek dehh.

Chairoel RZ

Dialah yang mendesian logo Pakarti, sayangnya dia tidak pernah ingat sedikitpun bahwa itu hasil karyanya, dia “lupa permanent”, lupa pada dirinya,keluarganya, temannya dll. Dia sakit karena terlalu banyak berpikir mencari ide kartun. Ketika Pakarti pameran I di Ancol. Dia sudah sakit. Adakah yang tahu dimana dia sekarang? saya berharap semoga saat ini beliau sudah sembuh dan sehat.

Ngartun lagi
Di harian Prioritas (kalau tidak salah) memuat karya saya dengan judul Pungjring. Dimana themanya bercerita mengenai anak-anak pengamen. Sekitar satu minggu/mungkin lebih kartunku dimuat diharian ini. Selain mengisi di Koran kartunku ada juga di majalah Humor, untuk yang satu ini karena desakan dari temen-temen seperkumpulanku (Senja) terutama sdr Roel,

SMA ngartun
K
etika SMA aku mencoba mengirimkan kartun Strip keredaksi harian Sinar Pagi, waktu itu harian ini membutuhkan banyak illustrator untuk lembaran bergambarnya. Karya-karyaku dimuat setiap hari, inilah untuk pertama kalinya aku mendapatkan Rupiah dari kartun. Karena kesibukanku disekolah aku mengehentikan pengirimannya. Sehinga serial dengan judul Dudung Stallone inipun terhenti, dan hilang seiring dengan menghilangnya lembaran bergambar tersebut

Masuk Senja Art Club & Pakarti
K
etika mengikuti lomba melukis di Dep. P&K aku berkenalan dengan Sdr.Roel Valiant, dan Lasril, orang-orang kartun yang lebih senior dari aku karena kartunnya sering muncul dikoran/majalah, kemudian aku bertemu lagi dengan mereka yaitu saat lomba melukis di Taman Ismail Marzuki selain ada Sdr.Roel dan Lasril aku juga bekenalan dengan Sdr Diedie SW. Dari setiap kegiatan lomba melukis kami selalu bertemu dan mendapat kenalan baru, yang kemudian terbentuklah wadah dengan nama Senja art Club. dari Senja ini aku mengenal Pakarti, ikut pameran di Ancol, kenal dengan Sdr Kirno, Bpk Pramono dll

Cita-cita
Sebenarnya cita-cita saya ingin kaya raya dari menggambar kartun/Karikaur seperti GM Sudharta, Pramono, Dwi koendoro, Jhony Hidayat dll, , ternyata sulit, sama sulitnya dengan membongkar kasus korupsi pejabat tinggi di negeri ini. Terlalu banyak kartunisnya ketimbang media yang menampung, Boro-boro dapet duit dimuat juga kadang nggak.

Anak SMA berotak S2
Selesai SMA aku ikut papiku bekerja di perusahaannya, jadilah aku seorang penjaga perpustakaan kantor, selama menjadi penjaga perpustakaan aku belajar mendalami computer dikantor tersebut, hasilnya aku bisa menjadi seorang drafter/operator AutoCad untuk bidang Perpipaan selama 3 tahun . Setelah hampir 4 tahun bekerja aku keluar dari perusahaan tersebut.Jenuh., lalu aku melamar di daerah Pesing Jakarta Barat dan bekerja sebagai illustrator, design & Final Artwork (kerjaan rangkap) bersama Sdr. Hendra salah seorang seniman lukis yang juga pernah dekat dengan Ws Rendra. 3 tahun di perusahaan advertising ini aku pindah ke penerbit buku, Alhamdullilah nuanasa seni saya tersalurkan.

Digaji dengan Dolar
Sebelum saya pindah ke perusahaan Advertising di daerah Kedoya, sekitar tahun 1994-1996 saya bekerja di perusahaan Asing Worley (Australia) dan Taiyo Sinar (Jepang), posisi saya saat itu adalah Drafter Autocad untuk bidang perpipaan (pipa minyak , air dan gas). Kilang minyak di Cilacap, Bontang, Tasikmalaya dll adalah beberapa kilang minyak dan gas yang gambarnya pernah saya kerjakan. Gaji saya $97/bulan dengan kurs 2000 rupiah pada saat itu. Lagi-2 faktor kejenuhan dan rasa tak puas saya sebagai seniman yang membuat saya keluar dari perusahaan ini, lalu saya coba menekuni Dunia Animasi , dan melamar didaerah Rawa Buaya , Cengkareng. Melihat jauhnya tempat pekerjaan itu saya memutuskan untuk tidak jadi bekerja diperushaan ini.

Bukan kartunis Top
K
alau saya kurang begitu dikenal didunia kartun, maklum karena memang dunia ini kurang memberi kesempatan buat aku. Sekarang ini dengan adanya website yang menyediakan sarana lomba kartun sudah ada, ngak ada salahnya saya Comeback lagi, walaupun sudah tua dan itu jauh diluar sana. Semoga aku bisa menjalaninya bekerja sambil kirim-kirim lagi gambar.

Tinggalkan sebuah Komentar